PELAYANAN
PRIMA PADA LEMBAGA PEMERINTAH
PENDAHULUAN
Seiring dengan diterapkannya sistem politik
terbuka pada masa reformasi, lembaga pemerintah mau tidak mau harus mengubah
cara pandangnya terhadap publiknya. Peran pemerintah di sini semakin berkurang
sedangkan peran masyarakat semakin besar. Paradigma ini membawa pengaruh pada
kualitas hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Jika dahulu perilaku
pemerintah diposisikan lebih tinggi daripada rakyat atau bahkan mungkin
berperilaku seolah – olah pemerintahan adalah sisitem yang tertutup "tidak
butuh siapa – siapa" maka patternnya kini menjadi pemerintah dan rakyat
memiliki posisi yang setara. Perubahan paradigma ini berhubungan juga dengan
perubahan pola komunikasinya yaitu komunikasi yang interaktif dan
transaksional.
Isi
Review Mengenai Humas dan Humas Pemerintah
Mungkin terdengar agak janggal membahas Humas
atau Public Relations di lembaga pemerintah. Apakah benar lembaga pemerintah
yang nota bene adalah lembaga non profit memerlukan humas atau Public
Relations? Apa hubungannya antara Humas/Public relations dengan pelayanan
prima?
Untuk menjawab kejangkalan ini perlu dipahami
terlebih dahulu apa itu terminologi Humas atau Public relations. Memang sangat
banyak definisi mengenai humas, beberapa yang akan kita bahas di bawah ini
hanya sebagian kecil saja mengenai humas:
1.
Cutlip and Center
mendefinisikan Public Relations sebagai fungsi manajemen yaitu
mengidentifikasi, memantapkan serta membina hubungan yang saling menguntungkan
antara organisasi dengan publiknya baik dalam keadaan sukses maupun gagal.
2
Grunig mengembangkan
definisi tersebut menjadi manajemen komunikasi antara organisasi dan publiknya.
3
Lawrence W.Long dan
Vincent Hazelton mengembangkan sebuah definisi baru yang lebih modern dan
memadai bahwa Public Relations adalah fungsi komunikasi melalui adaptasi
organisasi, mengubah atau membina hubungan dengan lingkungan dengan tujuan
bersama-sama mencapai tujuan dari organisasi. Pendekatan ini menggambarkan
bahwa Public Relations adalah lebih dari sekedar mempersuasi melainkan juga
membantu mengembangkan kondisi komunikasi terbuka, saling pengertian/saling
memahami dengan didasari ide bahwa organisasi juga mau berubah (dalam proses
berperilaku dan bersikap) tidak hanya sebagi sasaran khalayak saja. Dapat
dikatakan bahwa perusahaan dimungkinkan mengubah kebijakan sebagai hasil tindak
lanjut dari dialog dengan lingkungannya.
Pada tahun 1982 di bulan Nopember, Public Relations Society of
America (PRSA) menyusun kesepakatan mengenai Public Relations
berdasarkan definisi – definisi yang ada bahwa Hubungan masyarakat/Public
Relations bersifat:
1.
Melaksanakan program
terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari
manejemen
2.
Menangani hubungan
antara organisasi dan masyarakatnya
3.
Memantau kesadaran,
pendapat, sikap, perilaku di dalam dan di luar organisasi
4.
Menganalisa dampak
kebijakan, prosedur dan tindakan terhadap masyarakat
5.
Menyesuaikan
kebijakan, prosedur dan tindakan yang diketahui bertentangan
dengan kepentingan
masyarakat dan kelangsungan hidup organisasi
6.
Memberi anjuran kepada
manajemen perihal pembentukan kebijakan, prosedur
tindakan baru yang saling menguntungkan
terhadap organisasi dan masyarakatnya
7.
Membentuk dan
mengelola komunikasi dua arah antara organisasi dan
masyarakat
8.
Menghasilkan perubahan
khusus dalam hal kesadaran, pendapat, sikap dan perilaku
dari dalam dan luar organisasi
9.
Menghasilkan hubungan
yang baru dan/atau terpelihara antara organisasi dan masyarakat
Humas dalam Pemerintahan
Memang mungkin ada sedikit perbedaan antara
humas pada organisasi profit dan non profit dalam hal ini lembaga pemerintah.
Karakteristik organisasi menyebabkan aktifitas humas yang berbeda pula.
Seperti telah disebutkan di atas bahwa pattern masyarakat
sebagai publik dari pemerintah dan pemerintah adalah setara maka pemerintah
harus mampu melaksanakan fungsi komunikasi yang baik dengan publiknya. Pada
dasarnya keseluruhan tujuan program humas pemerintahan adalah:
1.Menginformasikan kepada masyarakat dan
stakeholdersnya segala aktifitas pemerintah
2.Memastikan kerjasama aktif dalam program
pemerintah serta kepatuhan terhadap program pemerintah
3.Membina dukungan warganegara atas kebijakan
dan program yang dibuat
Meskipun tampaknya tugas utama humas
pemerintah di sini adalah sebagai pemberi informasi tetapi bukan berarti hanya
"propagandis" yang berkomunikasi hanya dari satu sisi. Seperti telah
disebutkan sebelumnya bahwa informasi ini merupakan hasil komunikasi yang dua
arah sebagai implikasi sebuah sistem terbuka.
Sebagai sebuah sistem terbuka maka organisasi
secara aktif mendeteksi perubahan lingkungan melalui riset, memprakarsai
tindakan proaktif yang bertujuan mempengaruhi pengetahuan, kecenderungan dan
perilaku publik baik internal maupun eksternal.
Berbicara mengenai humas maka mau tidak mau kita harus
membicarakan mengenai stakeholders. Stakeholders atau pihak – pihak yang
berhubungan dan memiliki potensi untuk berhubungan dengan organisasi harus
secara cermat dikenali. Hubungan masyarakat berarti berbicara mengenai
bagaimana berhubungan dengan stakeholders dan berarti pula bagaimana cara
melayani mereka. Melayani mereka secara prima bukan berarti menjadi
"hamba" bagi stakeholders melainkan menjalin hubungan secara prima
yang didasari azas saling menguntungkan dengan hasil akhir goodwill atau
reputasi positif.
Kesimpulan
pemerintah harus mampu melaksanakan
fungsi komunikasi yang baik dengan publiknya atau masyarakatnya. Dan menyangkut
Humas dalam Pemerintah itu harus memberi informasi yang baik ke pada masyarakat
dan informasi ini merupakan hasil komunikasi yang dua arah sebagai implikasi
sebuah sistem terbuka. Serta memberi pelayanan secara prima dengan hasil akhir
Goodwill atau reputasi positif bagi masyarakat.
Komentar
Posting Komentar